Cari Blog Ini
Minggu, 26 Februari 2012
MORFOLOGI IKAN 1
Morfologi adalah ilmu yang membahas tentang bentuk luar dari suatu
organisme
Berbagai Bentuk Tubuh Ikan :
3. Bentuk picak (depressiform)
Contoh: ikan pari (Rajella annandalei)
Bentuk
morfologis ikan sangat bervariasi dan seringkali merupakan bentuk adaftasi
terhadap lingkungan / habitatnya
Seringkali
bentuk tubuh ikan mengalami perkembangan dari sejak stadia larva hingga menjadi
bentuk definitif ketika dewasa
Variasi
bentuk tubuh ini akibat adanya perbedaan dalam hal :
- Bentuk dasar tubuh
- Kelengkapan dan bentuk sirip
- Keberadaan dan bentuk sisik
- Bentuk kepala dan perlengkapan pada bagian
kepala
(misalnya sungut)
POLA DASAR UMUM TUBUH IKAN TERBAGI MENJADI TIGA BAGIAN :
1. Kepala
2. Badan
3. Ekor
1. Bentuk anak panah (sagittiform)
Contoh: Strongylura
strongylura
2. Bentuk pita (taeniform)
Contoh layur (Lepturacanthus savala)3. Bentuk picak (depressiform)
Contoh: ikan pari (Rajella annandalei)
4. Bentuk torpedo (fusiform / streamline).
Contoh tuna, tongkol, tenggiri Scomberomorus commerson
5. Bentuk pipih (compressiform).
Misal: Drepane punctata
6. Bentuk ular (anguilliform)
Contoh: belut (Monopterus
albus)
7.Bentuk benang (filliform).
Contoh: Nemichthys
scolopaceus
8. Bentuk bola (globiform)
Contoh: ikan buntal (Diodon hystrix)
9. Bentuk perpaduan
Contoh: ikan lele (Clarias batrachus)Pasca Panen 1
Ada tiga cara utama untuk memperlambat penurunan kualitas pada ikan: kehati-hatian
dalam penanganan, kebersihan, dan menjaga produk tetap dingin. Pentingnya
kehati-hatian dalam penanganan tidak dapat dipungkiri karena bakteri pembusuk dapat
masuk melalui sayatan dan abrasi yang terjadi selama penanganan, sehingga
mempercepat pembusukan. Penanganan yang tepat akan menjamin kualitas produk
yang lebih segar dan tinggi.
Kebersihan merupakan hal penting karena dua alasan. Pertama, dengan menghilangkan
lendir dan membuang isi perut ikan, sumber-sumber pencemaran bakteri yang utama
hilang. Kedua, penanganan ikan secara higienis menjamin bahwa ikan tidak akan
tercemar dari sumber-sumber luar. Hal tersebut berarti menjaga kebersihan kapal:
membersihkan wilayah geladak dan penyimpanan, serta papan, kurungan, dll. yang
mungkin mengalami kontak dengan ikan. Es yang digunakan untuk mendinginkan ikan
harus bersih. Uji bakteri atas es pada palka kapal penangkap ikan menunjukkan jumlah
bakteri sebanyak lima milyar bakteri per gram es. Es harus disimpan di tempat yang
bersih dan harus dibuang pada akhir setiap perjalanan, termasuk setiap es yang tidak
digunakan.
Cara yang paling penting untuk memperlambat penurunan kualitas adalah dengan
menurunkan suhu ikan secepat mungkin dan menjaganya tetap rendah. Ikan mulai
membusuk pada saat mereka mati, oleh karena itu, kelalaian bahkan dalam perjalanan
penangkapan ikan yang singkat, terkadang dapat menyebabkan kualitas yang buruk
setelah beberapa jam saja. Suhu merupakan faktor yang paling penting yang
mengendalikan degradasi mengingat perkembangbiakan bakteri dan perubahan kimia
bergantung pada suhu. Dengan menurunkan suhu secara memadai, perkembangbiakan
bakteri dapat dihentikan seluruhnya, sedangkan perubahan enzim diperlambat secara
signifikan. Dengan cara tersebut jangka waktu penyimpanan atau daya tahan dapat ditingkatkan secara dramatis.
Langganan:
Postingan (Atom)


